Ketinggalan jaman nih gue baru nonton film ini sekarang -_- iya. film ini itu keluaran tahun 2009 tp gue baru nonton sekarang tahun 2011 *tampang serius*
Yap. Dibagian awal sih jujur aja gue ga ngerti apa-apa tapi..... pas si Takuma & Mayu remaja nah gue baru ngerti. Jadi, si Takuma ini didiagnosa terkena penyakit hati yg cukup parah dan umurnya ga akan lebih dari 20thn. Si Takuma & Mayu ini dari kecil udah deket soalnya ayah Mayu adlah dokter yang menangani penyakit Takuma.... Dan gatau ini gue yg salah pengertian atau apa... dr kecil mereka udh jd sepasang kekasih -_-
Suatu hari, Mayu mendengar bahwa kondisi takuma cukup serius dimana ia tak akan hidup hingga usia 20 thn. Takuma tidak tahu hal itu malahan saat berusia 8 tahun, ia berjanji akan menikahi Mayu saat usianya 20thn nanti. Akhirnya, ketika Takuma mengetahui bahwa dia tidak akan bisa menepati janji itu, dia mulai menjauhi Mayu dengan harapan agar tidak melukai perasaannya.
Takuma ini sempet koma soalnya dia ga ngelakuin transpalasi jantung yang harusnya dia lakukan namun akhirnya ia sadar dan setelah sadar, dia langsung ngajak Mayu jalan-jalan dari mulai ke tempat bermain, pantai dan terakhir adalah bukit.
"Hari ini sangat menyenangkan." kata Mayu, "Kuharap hari lain seperti ini akan datang lagi"
Takuma terdiam sejenak dengan ekspresi sedih. "Mayu.." panggilnya, "Menyenangkan bukan?"
"Ya," sahut Mayu.
"Sejak awal sampai hari ini"
Ekspresi Mayu langsung berubah, ia terkejut dan menatap Takuma.
"Maafkan Aku," ujar Takuma dengan wajah sedih "Aku tidak bisa menepati janjiku. Bahkan semanggi berdaun empat bisa merasakan bahwa sekarang sudah mencapai batas waktuku. Ayo kita kembali ke rumah sakit"
Takuma mengeluarkan secarik kertas dari sakunya dan memberikannya kepada Mayu. Kemudian Takuma tersenyum "Ayo Mayu, kita kembali!"
Sesampainya di rumah sakit, keadaan Takuma melemah dan akhirnya ia tidak sadarkan diri. Mayu dan orangtua Takuma menunggu diluar ruangan. Akhirnya, Dokter pun keluar dari ruangan Takuma.
"Maafkan aku," ujar Dr. Taneda, "Aku sungguh minta maaf dari hatiku yang terdalam"
Orangtua Takuma langsung menangis sembari mendekati jenazah putranya sedangkan Mayu hanya berdiri diam diluar ruangan dengan ekspresi yang cukup sedih.
Mayu, berjalan keatap rumah sakit dan bersandar di pagar dan mengambil secarik kertas dari sakunya. Kertas yang Takuma berikan padanya. Mayu membuka kertas itu.
"Untuk semua orang yang kucintai. Walau aku pergi, aku berharap kalian semua bahagia"
Saat usia Mayu 20 thn, ia pergi menuju gereja memakai gaun pengantin sembari membawa abu jenazah Takuma.
"Takuma, mimpi kita terwujud," Ujar Mayu. "Tapi ini tidak mudah. Takuma, tetap hidup adalah menyedihkan. Tapi kau tahu, aku sama sekali tidak menyesal. Karena aku bertemu denganmu, karena aku mencintaimu. Jika aku bertemu kamu lagi dan jika aku sudah tahu resiko apa yang menantiku, aku akan tetap jatuh cinta padamu lagi"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar